Logo PT Damarus Panen Utama

Stadiometer Digital vs Meteran Dinding: Mana yang Tepat untuk Sekolah, Puskesmas, dan Klinik?

Tinggi badan adalah salah satu data antropometri yang paling sering diukur. Di sekolah dipakai untuk pemeriksaan kesehatan siswa, di puskesmas dan posyandu untuk memantau pertumbuhan anak, dan di klinik untuk menghitung indeks massa tubuh serta melengkapi rekam medis. Banyak fasilitas masih memakai meteran dinding karena murah dan mudah dipasang. Namun, apakah hasilnya sudah cukup akurat? Artikel ini membandingkan meteran dinding dengan stadiometer digital dan menjelaskan cara mengukur tinggi badan yang benar.

Kapan Anak Diukur Tinggi Badan?

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, indeks Tinggi Badan (TB) dipakai untuk anak di atas 24 bulan dan diukur dalam posisi berdiri. Anak umur 0-24 bulan diukur panjang badannya dalam posisi terlentang. Jika anak di atas 24 bulan terpaksa diukur terlentang, hasilnya dikurangi 0,7 cm.

Hasil tinggi badan anak kemudian dibandingkan dengan Standar Antropometri Anak, yang klasifikasinya mengacu pada WHO Child Growth Standards untuk usia 0-5 tahun dan WHO Reference 2007 untuk usia 5-18 tahun. Karena itu, alat ukur stunting untuk anak di atas dua tahun adalah alat ukur tinggi badan yang dipakai dalam posisi berdiri.

Meteran Dinding: Praktis, tetapi Banyak Celah Kesalahan

Meteran dinding biasanya berupa pita ukur yang ditempel atau digantung di dinding, lalu dibaca dengan bantuan penggaris atau buku di atas kepala. Cara ini sederhana, tetapi ada beberapa kelemahan:

  • Dinding atau lantai yang tidak rata membuat posisi berdiri tidak tegak.
  • Pita bisa bergeser, melengkung, atau terpasang terlalu tinggi dan terlalu rendah.
  • Penanda di atas kepala sering miring sehingga hasil berubah.
  • Angka dibaca dengan mata. Hasilnya bergantung pada posisi mata petugas dan pencahayaan.
  • Tidak ada batas tumit, sehingga posisi kaki anak mudah bergeser.

Untuk pengukuran sesekali di rumah, meteran dinding mungkin cukup. Untuk pemantauan pertumbuhan dan pencatatan di fasilitas kesehatan, celah kesalahan ini perlu diperhatikan.

Stadiometer Digital: Posisi Lebih Terjaga, Angka Lebih Jelas

Stadiometer adalah alat ukur tinggi badan berupa tiang ukur dengan penanda kepala yang bisa digeser. Pada stadiometer digital, hasil pengukuran ditampilkan sebagai angka sehingga petugas tidak perlu membaca garis skala.

Keunggulan alat ukur tinggi badan digital dibanding meteran dinding antara lain:

  • Tiang ukur menjadi acuan posisi tubuh, tidak bergantung pada kerataan dinding.
  • Batas tumit membantu memastikan posisi kaki dan tubuh tegak lurus.
  • Penanda kepala bergeser di jalurnya sehingga tidak mudah miring.
  • Angka digital mengurangi salah baca, terutama saat banyak anak diukur bergantian.

Hal ini membantu sekolah, puskesmas, klinik, dan stadiometer posyandu mendapatkan data yang lebih konsisten dari waktu ke waktu.

Video: pengenalan KENKO Stadiometer Digital

Cara Mengukur Tinggi Badan yang Benar

  1. Pastikan alat berdiri di lantai yang rata dan kokoh.
  2. Minta anak atau pasien melepas alas kaki, topi, dan hiasan rambut di bagian atas kepala.
  3. Posisikan tumit menempel pada batas tumit, kedua kaki rapat.
  4. Pastikan bagian belakang kepala, punggung, bokong, betis, dan tumit menempel pada tiang ukur.
  5. Minta pandangan lurus ke depan, kepala tidak menunduk atau mendongak.
  6. Turunkan penanda kepala hingga menyentuh puncak kepala dengan lembut.
  7. Baca angka pada layar dan catat dalam sentimeter dengan satu angka di belakang koma.
  8. Bila ragu, ulangi pengukuran sekali lagi.

Spesifikasi KENKO Stadiometer Dewasa Digital

Damarus menyediakan KENKO Stadiometer Dewasa Digital dari KENKO untuk mengukur tinggi badan anak dan dewasa. Menurut halaman produk, alat ini cocok untuk klinik, rumah sakit, puskesmas, sekolah, pusat kebugaran, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan pertumbuhan anak dan dewasa. Spesifikasinya:

  • Mengukur tinggi badan anak dan dewasa.
  • Bahan ABS dan aluminium, kuat dan kokoh.
  • Ketelitian 0,1 cm.
  • Kapasitas pengukuran maksimal 205 cm.
  • Tiang ukur menopang 5 titik pengukuran tinggi badan: bagian belakang kepala, punggung, bokong, betis, dan tumit.
  • Memiliki batas tumit agar anak berdiri tegak lurus.
  • Jendela baca dan mistar baca yang mudah digeser.
  • Penggaris digital.

Pencatatan Data Antropometri secara Digital

Data tinggi badan yang dicatat rapi memudahkan pemantauan dari waktu ke waktu. KENKO memiliki aplikasi antropometri untuk membantu pencatatan hasil pengukuran.

Video: aplikasi KENKO Antropometri

Unduh aplikasinya di halaman Aplikasi KENKO Antropometri.

Jadi, Pilih yang Mana?

Meteran dinding bisa dipakai untuk kebutuhan sederhana. Untuk fasilitas yang mengukur banyak orang dan membutuhkan data yang konsisten, seperti sekolah, puskesmas, klinik, dan posyandu, stadiometer digital memberi posisi pengukuran yang lebih terjaga dan angka yang lebih mudah dibaca. Untuk bayi di bawah dua tahun, gunakan infantometer dengan posisi terlentang.

Produk Terkait

Lihat semua produk KENKO di halaman brand KENKO.

Baca Juga

Butuh stadiometer digital untuk sekolah, puskesmas, atau klinik Anda? Buka halaman KENKO Stadiometer Dewasa Digital, lalu klik “Tambah ke Permintaan Harga”.

Sumber panduan umum: Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak (jdih.kemkes.go.id).

Berita lainnya

Facebook
X
LinkedIn
Tags :
Instrumen