Logo PT Damarus Panen Utama

Cara Mengukur Panjang Badan Bayi dengan Infantometer Digital di Posyandu dan Puskesmas

Pengukuran panjang badan adalah salah satu kegiatan rutin di posyandu, puskesmas, dan praktik bidan. Hasilnya dipakai untuk memantau pertumbuhan bayi dari bulan ke bulan dan menjadi salah satu dasar penilaian status gizi, termasuk deteksi dini stunting. Karena selisih beberapa milimeter saja bisa memengaruhi pencatatan, cara mengukur dan alat yang dipakai sama pentingnya. Artikel ini membahas langkah mengukur panjang badan bayi dengan infantometer digital secara benar.

Mengapa Bayi Diukur Panjang Badan, Bukan Tinggi Badan?

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, indeks Panjang Badan (PB) digunakan untuk anak umur 0-24 bulan yang diukur dalam posisi terlentang. Untuk anak di atas 24 bulan dipakai indeks Tinggi Badan (TB) yang diukur dalam posisi berdiri.

Peraturan yang sama juga mengatur koreksi bila posisi pengukuran berbeda. Jika anak umur 0-24 bulan diukur sambil berdiri, hasilnya ditambah 0,7 cm. Jika anak di atas 24 bulan diukur terlentang, hasilnya dikurangi 0,7 cm. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan tabel Panjang Badan menurut Umur (PB/U) dalam standar tersebut, yang klasifikasinya mengacu pada WHO Child Growth Standards untuk anak usia 0-5 tahun.

Artinya, untuk bayi di bawah dua tahun, alat yang tepat adalah alat ukur panjang badan bayi yang dipakai dengan posisi berbaring, yaitu infantometer.

Mengenal Infantometer Digital

Infantometer adalah papan ukur panjang badan untuk bayi yang diukur dalam posisi terlentang. Bagian kepala ditempelkan pada pembatas kepala, lalu bagian kaki ditahan dengan alat geser hingga telapak kaki menempel. Pada infantometer digital, hasil pengukuran langsung tampil di layar sehingga petugas tidak perlu membaca garis skala secara manual.

Bagi posyandu dan puskesmas yang mengukur banyak bayi dalam satu hari, pembacaan digital membantu mengurangi salah baca angka, terutama saat bayi bergerak atau pencahayaan ruangan kurang baik.

Video: pengenalan KENKO Infantometer Digital

Persiapan Sebelum Mengukur

Sebelum bayi diletakkan di alat, lakukan beberapa persiapan berikut:

  1. Letakkan infantometer di permukaan yang datar dan kokoh, misalnya meja periksa.
  2. Pastikan alat dalam keadaan bersih dan layar menyala dengan baik.
  3. Lepaskan topi, ikat rambut, sepatu, dan kaus kaki yang tebal agar tidak menambah ukuran.
  4. Siapkan dua orang: satu orang memegang kepala bayi, satu orang lagi meluruskan kaki dan menggeser alat ukur.
  5. Siapkan buku KIA atau formulir pencatatan agar hasil bisa langsung ditulis.

Langkah Mengukur Panjang Badan Bayi

  1. Baringkan bayi terlentang di atas papan ukur.
  2. Petugas pertama menempelkan puncak kepala bayi pada pembatas kepala dan menjaga posisi kepala tetap lurus.
  3. Petugas kedua meluruskan kedua lutut bayi dengan lembut, tanpa menekan berlebihan.
  4. Geser alat geser di bagian kaki hingga menempel pada telapak kaki bayi, dengan telapak kaki tegak lurus.
  5. Baca angka yang tampil di layar. Bila alat memiliki tombol hold, tekan untuk mengunci angka sebelum bayi bergerak.
  6. Catat hasil dalam satuan sentimeter dengan satu angka di belakang koma.
  7. Bila ragu, ulangi pengukuran sekali lagi dengan posisi yang sama.

Bayi sering bergerak saat diukur. Tenangkan bayi terlebih dahulu dan lakukan pengukuran dengan cepat namun tetap hati-hati.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Kepala bayi tidak menempel penuh pada pembatas kepala.
  • Lutut masih menekuk sehingga hasil menjadi lebih pendek.
  • Telapak kaki miring atau alat geser tidak menempel rapat.
  • Pengukuran dilakukan oleh satu orang saja.
  • Hasil tidak langsung dicatat sehingga angka tertukar dengan bayi lain.
  • Bayi di bawah dua tahun diukur berdiri tanpa koreksi 0,7 cm.

Hubungan Pengukuran dengan Deteksi Stunting

Stunting tidak bisa dinilai hanya dari satu kali melihat bayi. Panjang badan perlu diukur dengan benar, umur dihitung dalam bulan penuh, lalu hasilnya dibandingkan dengan Standar Antropometri Anak dari Kementerian Kesehatan. Karena itu, alat ukur stunting bayi yang baik adalah alat yang mudah dipakai secara konsisten oleh petugas, hasilnya jelas dibaca, dan sesuai untuk rentang umur yang diukur. Penilaian status gizi dan tindak lanjutnya tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Spesifikasi KENKO Stadiometer Bayi Digital

Untuk kebutuhan infantometer posyandu dan puskesmas, Damarus menyediakan KENKO Stadiometer Bayi Digital (infantometer digital) dari KENKO. Berikut spesifikasinya sesuai halaman produk:

  • Mengukur panjang badan bayi umur 0-24 bulan.
  • Bahan ABS dan aluminium.
  • Ketelitian 0,1 cm.
  • Kapasitas pengukuran maksimal 81 cm.
  • Ringan, dengan pembatas kepala tetap (fixed). Alat geser di bagian kaki mudah digerakkan dan kuat menahan gerakan kaki bayi.
  • Penggaris digital dengan layar LCD untuk menampilkan hasil.
  • On/off otomatis.
  • Tiga tombol: hold, reset, dan unit.

Pencatatan Hasil dengan Aplikasi

Selain dicatat di buku KIA, hasil pengukuran juga bisa dikelola secara digital. KENKO memiliki aplikasi antropometri untuk membantu pencatatan.

Video: penggunaan aplikasi KENKO Antropometri

Unduh aplikasinya di halaman Aplikasi KENKO Antropometri.

Produk Terkait

Lihat semua produk KENKO di halaman brand KENKO.

Baca Juga

Butuh infantometer digital untuk posyandu atau puskesmas Anda? Buka halaman KENKO Stadiometer Bayi Digital, lalu klik “Tambah ke Permintaan Harga”.

Sumber panduan umum: Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak (jdih.kemkes.go.id).

Berita lainnya

Facebook
X
LinkedIn
Tags :
Instrumen